Artikel

DImensi BIM

Penjelasan Building Information Modeling (BIM) yang Wajib Diketahui

Building Information Modeling (BIM) menjadi hal yang umum di bidang Arsitektur, Engineering, dan Construction (AEC). Populer di Amerika Serikat sejak tahun 2003, teknologi ini berkembang pesat hingga 2009 dan mendapat respon positif di Indonesia karena berbagai keuntungan yang ditawarkan di bidang AEC.

Melalui artikel ini, akan menjelaskan lebih lanjut tentang apa itu Building Information Modeling (BIM) dan manfaatnya.

BIM

Apa itu Building Information Modeling (BIM) dan Karakteristiknya?

Building Information Modeling (BIM) merupakan pendekatan teknologi yang mampu mengintegrasikan seluruh informasi terkait proyek pembangunan ke dalam model 3 dimensi. Sebagai gambaran agar lebih jelas, terdapat beberapa karakteristik dari BIM yang meliputi:

  1. BIM melibatkan perancangan dan pembuatan asset bangunan menggunakan representasi 3D dari atribut fisik dan fungsional.
  2. BIM tidak hanya mencakup pembuatan model 3D, melainkan juga proses pembuatan model dan data secara bersamaan yang dikolaborasikan dengan stakeholder sejak proses perencanaan, perancangan, fabrikasi, pembangunan, hingga pemeliharaan.
  3. BIM melibatkan pembuatan dataset digital untuk membentuk model 3D dengan informasi terintegrasi dalam suatu lingkungan kolaboratif yang dikenal sebagai Common Data Environment (CDE).

Secara garis besar, pemanfaatan teknologi BIM dapat menghemat waktu pengerjaan, biaya, dan tenaga kerja. Tidak hanya menekankan pada model 3 dimensi, BIM juga menekankan pada pengembangan dan pengelolaan informasi melalui kolaborasi untuk mencapai tujuan pembangunan yang efisien. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan atau konflik informasi di antara berbagai pihak.

 

Manfaat Building Information Modeling (BIM)?

Beberapa manfaat apabila menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM) antara lain yaitu

  • Meningkatkan Produktivitas melalui Koordinasi dan Kolaborasi Informasi

Koordinasi yang efektif antar stakeholders seperti pemilik proyek, arsitek, kontraktor, dan engineer, didukung oleh kolaborasi strategis, dapat mempercepat proses pembangunan dan meminimalisir kesalahan serta konflik desain. Aplikasi BIM menyatukan seluruh data ke dalam suatu model digital, sehingga dapat meningkatkan efisiensi komunikasi dan kolaborasi antar tim.

  • Mengoptimalkan Sumber Daya (Biaya, Waktu, dan SDM)

Pemodelan 3D oleh BIM dinilai sangat akurat, sehingga memungkinkan perhitungan biaya dan waktu yang lebih tepat dan realistis. Perencanaan yang lebih efisien membantu dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang dibutuhkan, termasuk biaya, waktu, dan tenaga kerja.

  • Memproduksi Gambar Teknis Dengan Lebih Akurat dan Cepat

Dalam aplikasi BIM, setiap objek yang digambar memiliki informasi lengkap, termasuk material, dimensi, dan ketebalan. Informasi ini direpresentasikan secara langsung ke dalam 3D, yang mana informasi ini mempercepat pembuatan gambar teknis. Selain itu, aplikasi BIM juga digunakan sepanjang tahap massing, konsep, produksi, hingga pembuatan BQ (Bill of Quantity).

  • Meminimalisir Terjadinya Variation Oder (VO)

Variation Order (VO) merupakan perubahan atau modifikasi yang dilakukan terhadap pekerjaan konstruksi, hal itu menyebabkan terjadinya penyesuaian biaya dan waktu sehingga dapat berdampak pada pengerjaan proyek. Adanya BIM, mampu meminimalisir potensi kesalahan atau ketidaksesuaian yang dapat diidentifikasi lebih awal sehingga mengurangi perubahan mendadak yang memicu Variation Order (VO).

 

Dimensi Building Information Modeling (BIM)?

Dimensi BIM ternyata tidak hanya merepresentasikan 3D saja, namun keluarannya bisa sampai 7D. Adapun penjelasan singkatnya untuk 3D dapat memvisualisasikan keluaran proyek konstruksi dan memperlihatkan kondisi eksisting. 4D mengintegrasikan dimensi waktu atau scheduling, sedangkan 5D menambahkan dimensi biaya secara keseluruhan. 6D menyertakan aspek sustainability termasuk di dalamnya terdapat collision detection dan energy analysis. Sementara itu, 7D untuk mengaplikasikan facility management yang mencakup informasi mengenai operasional dan pemeliharaan bangunan.

Itu dia beberapa penjelasan tentang Building Information Modeling (BIM) yang sangat komprehensif. Pemanfaatan teknologi BIM ini memainkan peran yang penting dalam dunia Arsitektur, Engineering, dan Construction (AEC). Teknologi BIM dapat menjadi pilihan yang tepat untuk memudahkan pengerjaan pembangunan mulai dari desain bangunan, konstruksi, dan manajemen yang di dalamnya terintegrasi secara terpadu.

Untuk itu, konsultasikan kebutuhan proyek Anda bersama PT Semesta Konstruksi Persada, perusahaan konstruksi yang menyediakan solusi terbaik sesuai dengan kebutuhan klien.