Artikel

EPC

Pentingnya EPC (Engineering, Procurement, Construction) dalam Proyek Konstruksi

 

Sebagai owner atau pemilik proyek, Anda pasti menginginkan proyek konstruksi yang terintegrasi dengan baik, sehingga menghasilkan hasil kerja yang efektif, efisien dan mengurangi risiko potensial.

Terdapat sebuah sistem dalam pelaksanaan proyek konstruksi yang bertanggung jawab atas keseluruhan proyek, yaitu Sistem EPC (Engineering, Procurement, Construction). Proyek yang berbasis sistem EPC ini memiliki sejumlah keuntungan dalam pelaksanaannya.

Namun, apa sebenarnya EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan mengapa begitu penting dalam industri konstruksi?

 

Pengertian EPC (Engineering, Procurement, Construction)

EPC adalah sistem atau pendekatan yang memungkinkan kontraktor untuk menyelesaikan seluruh proyek konstruksi, mulai dari desain, pengadaan material, hingga pelaksanaan konstruksi dan perencanaan ketiga aktivitas tersebut.

Untuk mencapai tujuan konstruksi sesuai dengan jangka waktu dan anggaran yang ditentukan, ada beberapa tahapan penting yang perlu dilakukan.

 

Tahapan EPC (Engineering, Procurement, Construction)

  • Tahap Engineering (Rekayasa)

Tahap ini meliputi analisis proyek secara menyeluruh, perencanaan desain teknis, dan pengembangan rancangan konstruksi sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan proyek berdasarkan kontrak kerja. Selain itu, tahapan engineering ini dapat melibatkan disiplin ilmu lainnya, seperti Mechanical Engineering, Piping Engineering, Electrical & Instrumentation Engineering, Civil Engineering, dll.

Pada tahap ini diperlukan koordinasi yang kuat dan disarankan agar tidak terjadi banyak perubahan desain yang signifikan. Meskipun ada harus melalui persetujuan owner dan biasanya tidak langsung disetujui.

Keluaran dari tahap ini berupa Detail Engineering Design (DED), Volume Pekerjaan (BOQ) dan dokumen pendukung lainnya seperti Laporan Kalkulasi, Spesifikasi, dll.

  • Tahap Procurement (Pengadaan)

Setelah detail engineering pada tahap pertama diselesaikan, akan terlihat jelas bagaimana lingkup proyek serta kebutuhan barang dan jasa (sub kontraktor). Bagian procurement akan mencarikan vendor/supplier untuk pengadaan material atau equipment yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek. Dalam hal ini termasuk pemilihan, pembelian, pengiriman, dan pemasangan semua peralatan yang diperlukan sesuai dengan jadwal proyek.

Tahap pengadaan juga melibatkan pemilihan jasa atau sub kontraktor untuk mengerjakan bagian-bagian spesifik dari proyek. Ini mencakup pemaketan pekerjaan, proses pemilihan sampai penunjukan subkon, perencanaan pekerjaan, serta koordinasi dan pengendalian pekerjaan subkontraktor.

  • Tahap Construction (Konstruksi)

Tahap konstruksi melibatkan pelaksanaan pekerjaan konstruksi berdasarkan rencana desain yang telah disetujui. Pekerjaan yang dilakukan mencakup pemasangan infrastruktur, struktur bangunan, dan sistem lainnya sesuai dengan spesifikasi proyek.

Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini dengan cermat dan teliti, proyek konstruksi yang menggunakan pendekatan EPC memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil dan mencapai tujuan yang diinginkan.

EPC_2

 

Manfaat Menggunakan Kontraktor EPC (Engineering, Procurement, Construction)

Setiap pemilik proyek pasti ingin memilih kontraktor yang dapat mengurangi biaya overhead proyek. Hal ini dapat terwujud melalui penggunaan kontraktor EPC, yang mengintegrasikan kegiatan perencanaan, pengadaan, dan konstruksi dalam satu kesatuan. Dengan demikian, waktu yang lebih singkat dan efisiensi yang dihasilkan oleh kontraktor EPC dapat mengurangi biaya proyek secara keseluruhan.

Selain itu, meminimalkan risiko juga menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan kontraktor. Dengan pendekatan EPC, kontraktor bertanggung jawab penuh atas seluruh tahapan proyek sehingga dapat membantu menghindari penundaan pekerjaan yang dapat terjadi ketika beberapa kontraktor bekerja secara terpisah. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap potensi konflik antara pihak-pihak yang terlihat.

Umumnya, kontraktor EPC lebih cocok untuk proyek-proyek dengan skala besar, seperti industri minyak dan gas, pertambangan, pembangkit tenaga listrik dan energi, serta industri berat lainnya.

Dalam memilih kontraktor untuk proyek konstruksi, mempertimbangkan penggunaan kontraktor EPC dapat menjadi pilihan yang bijaksana, terutama untuk proyek-proyek dengan skala besar. Namun, sebelum itu, Andai sebagai pemilik proyek harus mempertimbangkan dengan cermat kebutuhan spesifik proyek Anda sebelum memutuskan untuk menggunakan kontraktor EPC.

Konsultasikan kebutuhan proyek Anda bersama Semesta Konstruksi untuk mendapatkan solusi terbaik atas kebutuhan proyek Anda sekarang.