Perubahan Iklim dan Efisiensi Energi dalam Konstruksi
Perubahan iklim memiliki dampak yang mendalam pada setiap kehidupan. Kita harus berusaha untuk mengatasinya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan efisiensi energi. Efisiensi energi atau penghematan energi adalah hal mendasar untuk mengurangi krisis iklim.
Lewat mengoptimalkan konsumsi energi dapat memberikan kenyamanan yang memadai dan mengurangi dampak lingkungan dengan udara yang lebih bersih, sehingga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan keberlanjutan.
Efisiensi energi mulai banyak diadopsi oleh pengguna energi di sektor industri, termasuk bidang konstruksi untuk mendukung manajemen lingkungan berkelanjutan. Suatu bangunan yang dirancang perlu diperhitungkan energi yang dikeluarkan demi tujuan efisiensi untuk mengurangi jumlah energi yang dibutuhkan.
Salah satu caranya adalah dalam menggunakan peralatan-peralatan atau bahkan sistem yang berhubungan dengan energi di dalam bangunannya. Menurut Badan Energi Internasional, peningkatan efisiensi energi pada bangunan, proses industri dan transportasi dapat mengurangi sepertiga kebutuhan energi di dunia pada tahun 2050, dan dapat membantu mengontrol emisi gas rumah kaca secara global.
Efisiensi energi dan energi terbarukan disebut juga berkaitan dengan kebijakan energi yang berkelanjutan dan merupakan prioritas utama dalam hierarki energi yang berkelanjutan. Penerapan konsep green building pada bangunan merupakan salah satu upaya dalam efisiensi energi.
Konsep ini dimulai sejak tahap perencanaan, pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, renovasi, hingga pembongkarannya memperhatikan dampak negatif dan menciptakan dampak positif terhadap iklim dan lingkungan alam. Dampak positif ini akan didapat alam dengan melindungi, menghemat, mengurangi penggunaan sumber daya alam, menjaga mutu dari kualitas udara di dalam ruangan, mempertimbangkan lingkungan dalam proses pembangunan, menggunakan bahan yang tidak beracun dan memperhatikan kesehatan penghuninya yang semua berpegang pada kaidah bersinambungan.
Berikut sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi konsumsi energi di lokasi konstruksi seperti dilansir dari dexma.com:
Menerapkan rencana manajemen energi komprehensif
Rencana yang diterapkan melibatkan pengembangan strategi untuk mengatur biaya pemanasan dan pendinginan, menghemat energi sambil tetap memastikan lingkungan dalam ruangan yang nyaman. Rencana semacam ini mengidentifikasi area peluang untuk desain dan operasi bangunan yang lebih hemat energi.
Rencana manajemen energi membantu manajer lokasi konstruksi komersial melacak dan memantau penggunaan energi bangunan dan membuat keputusan berdasarkan informasi yang mengurangi total konsumsi energi fasilitas. Hal ini dapat dicapai dengan membuat modifikasi pada berbagai komponen fasilitas atau mengadopsi teknologi baru yang lebih hemat energi. Untuk mencapai efisiensi maksimum, penting untuk memilih sistem yang disesuaikan secara khusus untuk struktur yang sedang dibangun, serta memperkirakan penghematan biaya jangka panjang yang terkait dengan perubahan ini.
Penerapan rencana manajemen energi yang komprehensif di fasilitas manufaktur dapat memastikan bahwa fasilitas Anda beroperasi pada tingkat kinerja yang tetap tinggi sambil menggunakan lebih sedikit sumber daya secara keseluruhan. Pemeliharaan rutin seperti pembaruan sistem, kumparan peralatan pembersih, dan penggantian filter udara semuanya harus dilakukan secara teratur untuk mengoptimalkan efisiensi sistem ini. Selain itu, memasang sensor yang melacak varians suhu di dalam fasilitas akan menentukan kapan penyesuaian perlu dilakukan untuk tingkat kinerja yang optimal.
Ganti peralatan lama yang lebih efisien energi
Untuk mengidentifikasi peralatan yang tidak efisien caranya adalah dengan melakukan audit energi. Mesin-mesin harus diganti dengan model yang lebih baru dan lebih efisien, yang dapat menghasilkan penghematan energi dan biaya yang substansial. Tidak hanya mengurangi jumlah energi yang dibutuhkan untuk menjalankan operasional, tetapi juga akan mengurangi kehilangan pemanasan akibat kebocoran udara di gedung. Oleh karena itu, audit energi harus dilakukan oleh profesional berpengalaman sehingga memberikan data terperinci tentang berapa banyak uang yang dapat dihemat dengan mengganti peralatan lama dengan model baru.
Memanfaatkan cahaya alami
Lewat memanfaatkan pencahayaan alami, bangunan komersial dapat menghemat biaya energi dan bahan yang signifikan selama proyek konstruksi. Penggunaan cahaya alami bermanfaat bagi lingkungan dan industri/fasilitas manufaktur karena jenis cahaya ini dapat digunakan selama tahap awal konstruksi untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi pekerja, mengurangi kebutuhan akan pencahayaan buatan dan karena itu menurunkan konsumsi energi secara keseluruhan. Selain itu, dapat mengurangi permintaan listrik sehingga menurunkan tagihan listrik bagi mereka yang terlibat dalam proyek bangunan skala besar.
Selain penghematan biaya karena berkurangnya konsumsi energi, menggunakan cahaya alami juga dapat menghasilkan bahan berkualitas lebih baik yang digunakan di bangunan komersial.
Menjadi sangat penting bagi perusahaan konstruksi untuk memiliki komitmen membangun secara berkelanjutan melalui penerapan green construction di setiap proyeknya. PT Semesta Konstruksi merupakan perusahaan yang memiliki komitmen tersebut. Mengutamakan kualitas dan kepuasan klien dengan tetap mempertimbangkan efisensi, inovasi dan kelestarian lingkungan di dalam setiap langkah konstruksinya. Penghematan energi merupakan salah satu poin utama yang dipertimbangkan perusahaan yang baru saja melebarkan sayap dengan membuka branch office di Canggu, Bali ini. Oleh sebab itu, tak perlu khawatir karena komitmen ini sudah ada sejak perusahaan ini berdiri pada tahun 2005.