Tips Agar Investasi Properti Untung Tidak Buntung
Investasi di bidang properti terus menjadi pilihan karena memang sangat menggiurkan. Keuntungan yang menjanjikan membuat developer berlomba-lomba untuk membangun properti. Tak hanya itu, pemula juga melirik melakukan investasi di bidang properti. Namun, meski memang menggiurkan, Anda perlu berhati-hati khususnya bagi yang baru ingin ‘bermain’ di bidang ini. Segala bentuk investasi memang selalu ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Keuntungan dari investasi properti adalah terjadinya pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang. Nilai properti makin meningkat seiring waktu. Pendapatan sewa dari properti yang disewakan juga menjadi sumber pendapatan pasif bagi investor. Investasi properti apabila disewakan juga bisa menjadi sumber pendapatan pasif.
Sebelum berinvestasi, Anda perlu melakukan sejumlah hal penting, seperti melakukan riset pasar, analisis finansial, dan konsultasi dengan ahli properti atau konsultan keuangan. Hal ini demi menghindari investasi Anda mengalami kegagalan. Anda perlu tahu seluk beluk berinvestasi di properti sehingga bisa meraup untung bukan buntung.
Berikut sejumlah tips yang bisa Anda perhatikan untuk memulai bisnis properti seperti dilansir dari buyassociationgroup:
Pilih antara menjual atau menyewakan properti
Ketika Anda berinvestasi di properti, Anda memiliki dua pilihan utama, yaitu untuk membeli properti investasi dengan maksud untuk mempertahankannya dan menyewanya (untuk arus kas), atau membeli properti investasi dengan tujuan menjualnya (untuk pengembalian pertumbuhan modal). Jadi apa bedanya? Itu semua bermuara pada tujuan akhir Anda. Jika Anda mencari aliran pendapatan yang stabil dari menyewakan properti, maka buy-to-let bisa menjadi investasi yang menguntungkan. Namun, jika Anda mencari keuntungan modal yang lebih, maka menjual mungkin merupakan pilihan yang lebih baik. Kedua opsi tersebut adalah pilihan yang valid dan dapat dilakukan bersama satu sama lain, sewa sekarang dan jual nanti.
Pilih jenis properti
Hal pertama yang perlu Anda tentukan adalah jenis properti apa yang ingin Anda investasikan. Jenis properti yang bisa Anda pilih di antaranya:
- Properti tempat tinggal untuk disewakan kepada penyewa (seperti blok apartemen, unit atau vila)
- Properti industri (seperti gudang dan kawasan industri)
- Properti komersial (seperti hotel, kantor atau taman ritel)
Jenis properti yang dipilih akan berdampak pada strategi investasi dan pengembalian yang mungkin Anda lihat dari waktu ke waktu. Jadi penting untuk memahami kewajiban hukum, permintaan, dan pengembalian rata-rata sebelum membuat keputusan. Setelah Anda memilih jenis properti, ada banyak subkategori jenis properti dan strategi investasi untuk dipilih, semuanya dengan manfaat dan risiko yang berbeda.
Buat secara khusus satu strategi
Berinvestasi dalam properti membutuhkan pemahaman yang baik tentang apa yang terjadi di pasar. Untuk mencapai tujuan Anda, Anda perlu menentukan apa yang ingin Anda capai untuk membuat keputusan tentang strategi investasi Anda. Perlu mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk posisi keuangan Anda sendiri, sikap Anda terhadap risiko, tujuan dan ambisi Anda, produk keuangan yang tersedia untuk Anda, waktu yang tersedia, pengalaman, skor kredit, dan apakah Anda menginginkan hasil jangka pendek atau jangka panjang.
Tetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang
Tujuan yang ditetapkan dalam jangka panjang dan pendek pada dasarnya harus mendukung strategi investasi Anda. Memiliki tujuan akan menginformasikan durasi investasi Anda dan dalam beberapa kasus, kerangka waktu yang ditetapkan untuk menjual aset Anda. Selain itu, penetapan tujuan akan menempatkan Anda di jalan menuju kesuksesan saat Anda berusaha untuk meningkatkan portofolio dan pendapatan. Tujuan jangka panjang yang paling umum termasuk:
- Simpan pendapatan sewa untuk masa pensiun
- Bangun kerajaan properti yang menghasilkan pertumbuhan modal yang baik
- Dapatkan arus kas positif jangka pendek di samping pendapatan utama
Properti adalah investasi jangka panjang, jadi Anda harus siap untuk meninjau kembali tujuan Anda dan terus mengevaluasi kinerja untuk menginformasikan langkah Anda selanjutnya.
Pertimbangkan risiko
Sebagai seorang investor, Anda harus menyadari risiko yang terlibat dalam berinvestasi di properti sehingga dapat mengelolanya dan menikmati imbalannya. Volatilitas pasar properti berarti Anda harus siap menghadapi pasang surut. Anda mungkin harus melewati periode di mana nilai turun, atau bahkan menjual properti Anda dengan kerugian, tetapi ini seharusnya tidak menghalangi Anda untuk berinvestasi. Sebagai gantinya, Anda harus merencanakan dan menganggarkan kerugian dan perubahan pasar.
Beberapa risiko yang paling perlu diperhatikan di antaranya:
- Penurunan harga properti
- Periode kekosongan
- Permintaan penyewa menurun
- Kerusakan signifikan pada properti
- Penurunan hasil rata-rata di area tersebut
- Kenaikan suku bunga
- Pembayaran sewa yang terlewatkan
- Penyewa yang buruk
- Komplikasi hukum
Pelajari tentang berbagai aturan dan persyaratan hukum
Sangat penting bagi Anda untuk mempelajari berbagai aturan dan persyaratan hukum yang harus diikuti, terlepas dari jenis properti investasi yang Anda beli. Peraturan ini mungkin berbeda berdasarkan lokasi atau jenis properti Anda, tetapi umumnya mencakup masalah seperti tanggung jawab pemilik, izin bangunan, pajak, persyaratan asuransi, dan banyak lagi. Penting untuk memahami aturan-aturan ini sebelum berinvestasi di properti karena akan berdampak pada kemampuan Anda untuk menjual atau menyewakan investasi Anda.
Berkonsultasi dengan perusahaan investasi properti
Berkonsultasi dengan para ahli di bidang ini tentu dapat sangat membantu Anda dalam menentukan pilihan untuk berinvestasi properti. Investasi properti adalah spesialisasi kami untuk menyatukan investor dan pengembang properti pada tahap awal pengembangan, mengidentifikasi dan membangun peluang investasi dan mendanai renovasi dan bangunan baru di seluruh kota-kota besar dengan harga menarik yang akan menawarkan pengembalian terbaik dari waktu ke waktu.
Salah satu tips penting lain untuk berinvetasi properti adalah dengan memilih lokasi yang tepat. Anda tentu sudah tahu bahwa tempat paling banyak dituju dan sangat layak dijadikan investasi di Indonesia adalah Pulau Bali. Sebagai lokasi destinasi wisata pertama di tanah air, Bali sudah menjadi favorit bagi para investor. Namun, bukan berarti dapat menjamin investasi Anda akan berjalan lancar dan meraup keuntungan. Oleh sebab itu, Anda membutuhkan bantuan dari perusahaan yang dapat membantu Anda dari banyak hal. PT Semesta Konstruksi Persada memilih branch office yang beroperasi di Canggu, Bali.
Branch office tersebut memiliki sejumlah jasa di antaranya pengembangan lahan, jasa kontraktor, pengembangan bisnis, arsitektur, manajemen properti, legal, project management apps, hingga material supplier. Semua layanan ini bisa sangat membantu Anda yang ingin berinvestasi properti di Bali. Lewat menjalin kerja sama dengan para profesional, tentu investasi properti akan menjadi untung bukan buntung.